Langsung ke konten utama

MARKETING RESEARCH "PENGARUH SARANA PRASARANA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG CANDI JIWA"



BAB II
LANDASAN TEORI

2. 1 Kerangka Teori
Menurut Abdullah(2012:58) pemasaran adalah kegiatan kreasi dan realisasi sebuah standar hidup. Kegiatan pemasaran meliputi menyelidiki dan mengetahui apa yang diinginkan konsumen, kemudian merencankan dan mengembangkan sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut, hingga akhirnya memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, promosi produk dan mendistribusikan produk tersebut.
Menurut Kotler (2012:146) pemasaran adalah penganalisian, pelaksanaan, dan pengawasan, pelaksanaan, dan pengawasan, program-program yang ditunjukan untuk mengadakan ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut American Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2009:5), “Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya”.
Menurut stanton (2012:15) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromisikan, mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada konsumen atau pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Menurut Kotler (2012:17) pemasaran adalah konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi efektif dari pada pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan dan keinginan pasar sasaran.
Menurut Fajar Laksana (2012:4) pemasaran adalah segala kegiatan yang menawarkan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dari definisi di atas, maka Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatanpokok yang dilakukan oleh pengusaha dalam melakuan usahanya untuk mempertahankan kelancaran hidupnya, untuk perkembangan dan mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian bisnis tergantung pada keahlian mereka di bidang pemasaran, produksi, keuangan, maupun di bidang lain. Selain itu juga tergantung pada kemampuan mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar organisasi dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan pemasaran bukan semata-mata untuk menjual barang atau jasa, tetapi merupakan aktifitas manusia secara keseluruhan yang ditujukan untuk merencanakan, memproduksi, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pembeli yang ada sekarang maupun yang akan datang.
Menurut Kotler (2011:9) manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksana pemikiran, penetapkan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Dari definisi di atas, maka manajemen pemasaran adalah proses mengenali target pasar, meriset kebutuhan target pasar, mengembangkan produk, harga, promosi, dan distribusi untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan tujuan stakeholder perusahaan. Manajemen pemasaran bertujuan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dengan serta menawarkan produk yang sesuai dengan minat pelanggan. Mengenali target pasar, dalam menentukan target pasar perlu disesuaikan dengan kemampuan perusahaan untuk melayani.
1.       Riset pemasaran, pengumpulan informasi terbaru mengenai kebutuhan pelanggan, bagaimana pelanggan membeli dan apa yang ditawarkan oleh pesaing pada target pasar yang sama.
2.       Pengembangan produk, sangat penting untuk menarik target pelanggan agar melakukan pembelian dengan menawarkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan target pelanggan.
3.       Mengawasi, perusahaan perlu melakukan pengawasan atas posisi produknya di pasar mengenai kepuasan konsumen atas produk dan program bauran pemasaran yang ditetapkan perusahaan. Bauran pemasaran yaitu seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.
Sugiama, (2011) mengungkapkan bahwa pariwisata adalah rangkaian aktivitas, dan penyediaan layanan baik untuk kebutuhan atraksi wisata, transportasi, akomodasi, dan layanan lain yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan seseorang atau sekelompok orang. Perjalanan yang dilakukannya hanya untuk sementara waktu saja meninggalkan tempat tinggalnya dengan maksud beristirahat, berbisnis, atau untuk maksud lainnya.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang dilakukan dengan meninggalkan tempat tinggalnya ke daerah tujuan wisata untuk sementara waktu dan bukan untuk menetap. Kegiatan perjalanannya bertujuan untuk menikmati layanan dan fasilitas yang dibutuhkan selama berada di luar tempat tinggalnya. 
1. Bentuk-Bentuk Pariwisata
Menurut Muljadi (2009), Bentuk-bentuk pariwisata yang dikenal masyarakat umum, antara lain:
1.Menurut Jumlah Orang yang Berpergian
a. Pariwisata individu/perorangan (individual tourism), yaitu bila seseorang atau sekelompok orang dalam mengadakan perjalanan wisatanya melakukan sendiri dan memilih daerah tujuan wisata beserta programnya serta pelaksanaannya dilakukan sendiri.
b.Pariwisata kolektif (collective tourism), yaitu suatu usaha perjalanan wisata yang menjual paketnya kepada siapa saja yang berminat, dengan keharusan membayar sejumlah uang yang telah ditentukannya.
2. Menurut Motivasi Perjalanan
a.Pariwasata rekreasi (recreational tourism) adalah bentuk pariwisata untuk beristirahat guna memulihkan kembali kesegaran jasmani dan rohani dan menghilangkan kelelahan.
b.Pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism) adalah bentuk pariwisata yang dilakukan oleh orang-orang yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk berlibur, untuk mencari udara segar, untuk memenuhi kehendak ingin tahunya, untuk menikmati hiburan dan lain-lain.
c.Pariwisata budaya (cultural tourism) adalah bentuk pariwisata yang ditandai dengan rangkaian motivasi seperti keinginan untuk belajar adat istiadat dan cara hidup rakyat negara lain, studi-studi/riset pada penemuan-penemuan, mengunjungi tempat-tempat peninggalan kuno/bersejarah dan lain-lain.
d.Pariwisata olahraga (sports tourism). Bentuk pariwisata ini dapat dibedakan menjadi 2 kategori:
Pertama :
Big Sports Events, yaitu peristiwa-peristiwa olahraga besar yang menarik perhatian, baik olahragawannya sendiri maupun penggemarnya (supporter).
Kedua :
Sporting Tourism of the Practitioners, yaitu bentuk olahraga bagi mereka yang ingin berlatih atau mempraktikkan sendiri, seperti: mendaki gunung, olahraga naik kuda, berburu, memancing dan lain-lain.
e.Pariwisata untuk urusan usaha (business tourism) adalah bentuk pariwisata yang dilakukan oleh kaum pengusaha atau industrialis, tetapi dalam perjalanannya hanya untuk melihat eksibisi atau pameran dan sering mengambil dan memanfaatkan waktu untuk menikmati atraksi di negara yang dikunjungi. 
3. Menurut Objeknya
a.Cultural tourism adalah jenis pariwisata yang disebabkan adanya daya tarik seni dan budaya di suatu daerah/tempat, seperti peninggalan nenek moyang, benda-benda kuno dan sebagainya.
b.Recuperational tourism yaitu orang-orang yang melakukan perjalanan wisata bertujuan untuk menyembuhkan suatu penyakit.
Sarana pariwisata adalah fasilitas yang harus disediakan apabila suatu daerah wisata ingin dikembangkan. Sarana wisata secara kuantitatif menunjuk pada jumlah sarana wisata yang harus disediakan, dan secara kualitatif menunjukkan mutu pelayanan yang diberikan dan yang tercermin pada kepuasan wisatawan yang memperoleh pelayanan (http://file.upi.edu)
            Menurut Suwardjoko dan Indira (2007 : 98), pengertian sarana wisata adalah :        Sarana wisata adalah segala sesuatu yang melengkap i dan atau memudahkan proses kegiatan pariwisata berjalan, seperti : penginapan, rumah makan, perbelanjaan, biro perjalanan, lembaga keuangan, dan lain-lain”

Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana.

Untuk lebih jelasnya mengenai sarana dan prasarana yang dimaksud di atas berikut ini akan diuraikan istilah sarana kerja/fasilitas kerja yang ditinjau dari segi kegunaan menurut Moenir ( 2000 : 120) membagi sarana dan prasarana sebagai berikut :

1) Peralatan kerja, yaitu semua jenis benda yang berfungsi langsung sebagai alat produksi untuk menghasilkan barang atau berfungsi memproses suatu barang yang berlainan fungsi dan gunanya.
2) Perlengkapan kerja, yaitu semua jenis benda yang berfungsi sebagai alat pembantu tidak langsung dalam produksi, mempercepat proses, membangkit dan menambah kenyamanan dalam pekerjaan.
3) Perlengkapan bantu atau fasilitas, yaitu semua jenis benda yang berfungsi membantu kelancaran gerak dalam pekerjaan, misalnya mesin ketik, mesin pendingin ruangan, mesin absensi, dan mesin pembangkit tenaga.

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller  yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (2007:177).
Menurut Fandy Tjiptono (2008:169), banyak definisi yang berkembang untuk kepuasan konsumen ada lima di antarannya
        a.          perasaan yang timbul setelah mengevaluasi pengalaman pemakaian produk.
        b.         respon pelanggan terhadap evaluasi presepsi atas perbedaan antara harapan awal sebelum pembelian (standar kinerja lainnya) dan kinerja aktual produk sebagaimana di persepsikan setelah memakai atau mengkonsumsi produk bersangkutan.
        c.     evaluasi purna beli keseluruhan yang membandingkan presepsi terhadap kinerja produk dengan ekspektasi pra-pembelian.
        d.         ukuran kinerja produk total sebuah organisasi di bandingkan serangkaian keperluan pelanggan.
        e.          tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja yang ia persepsikan dengan harapannya.

Menurut kotler (Dalam johanes, 2009:47) mendefinisikan kepuasan      sebagai perasaan senang atau kecewa yang berasal dari perbandingan antara persepsi terhadap hasil suatu produk dengan harapannya. Bila kinerja produk dari pengalaman mengkonsumsi berada dibawah harapannya, kondisi ini menunjukan hal tidak puas (Dissatisfied), bila sama puas (Satisfied), dan bila di atas sangat puas (Higly Satisfied). Konsekwensi dari pada definisi ini yaitu pengukuran kepuasan didasarkan kepada kesenjangan antara harapan dan pengalaman, tanpa harus mempermasalahkan dulu dimensi maupun indikator yang dijadikan ukuran kepuasan pelanggan. Secara implisit konsep ini harus memenuhi asumsi bahwa responden sudah lebih dahulu mempunyai harapan atas barang dan jasa yang akan dikonsumsi, dan asumsi ini tidak selalu terpenuhi.

           Menurut Zeithaml (dalam erida, 2009:1) bahwa Kepuasan konsumen akan dipenagruhi oleh fitur spesifik dari produk atau jasa dan persepsi terhadap kualitas. Kualitas jasa pada dasarnya menggambarkan sejauh mana jasa yang dirasakan pelanggan dapat memenuhi harapan mereka. Kualitas merupakan elemen dominan dalam evaluasi yang dilakukan pelanggan. Dalam kasus dimana jasa yang ditawarkan adalah kombinasi dengan produk fisik, kualitas jasa penting dalam menentukan kepuasan pelanggan.

           Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulakan bahwa kepuasan pelanggan adalah hasil yang dirasakan atas pengguna produk dan jasa sama atau melebihi harapan yang diinginkan.
2.      Mengukur Kepuasan konsumen
            Menurut Johannes (2009:49) mengukur kepuasan dapat dilakukan langsung atau tak langsung. secara langsung dilakukan dengan cara memperoleh gambaran kepuasan sebagai satu konsep ataupun variabel, sementara secara tidak langsung dilakukan melalui konsep atau variabel lain. hal demikian dapat diperiksa melalui konsep yang disampaikan kotler,(2006) yang menunjukan hubungan antara customer value (CS), satisfaction dan loyality. CS dalam hal ini ditentukan oleh perbandingan antara total customer value (TCV) dan total customer cost (TCC). bila TCV melebihi TCC akan menunjukan bahwa pelanggan akan merasa puas, karena nilai yang diterima melebihi dari pengorbanan yang dilakukan. artinya lebih  banyak nilai yang diterima, lebih puas pelanggan. cara seperti ini dapat ditunjukan kepada penanganan keluahan. bila pelanggan merasa puas terhadap penanganan keluahannya, hal ini juga menunjukan didapatnya kepuasan. selain itu, melalui importance and performance analiysis dapat juga diketahui keadaan puas atau tidak. bila mana performance dapat memenuhi importance, kondisi ini juga menujukan kaeadaan puas. penjelasan ini menunjukan bahwa kepuasan dapat dilihat dari ukuran lain
       Dalam mengukur kepuasan pelanggan, Menurut Fandy Djiptono (2008:175) mengatakan”secara garis besar ada empat metode yang sering di gunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, yakni
      a.       Sistim keluhan dan saran, seperti kotak saran, website, email dll
      b.      Ghost shopping, salah satu bentuk riset observas partisipatoris yang memakai jasa orang orang yang menyamar sebagai pelanggan perusahaan dan pesaing sembari mengamati secara rinci aspek aspek pelayanan dan kualitas produk.
      c.       Lost customer analysis, menghubungi dan mewawancarai para pelanggan yang telah beralih pemasok dalam rangka memahami penyebabnya dan melakukan perbaikan layanan
      d.      Survei kepuasan pelanggan, baik via pos, email, website,blog, maupun tatap muka langsung.

3.      Strategi kepuasan pelanggan
       Menurut Fandi Djiptono (2008:193), strategi kepuasan pelanggan dapat di kelompokan menjadi tiga katagori strategi pra pembelian, strategi saat pembelian, serta strategi berkesinambungan.
      a.       Strategi pra-pembelian, pemasar harus perlu memperhatikan secara cermat yaitu
1). program edukasi pelanggan berkenaan dengan peran hak dan kewjiban pelanggan dalam proses penyampaian layanan
2). Membuat janji yang realistis dan akuran dalam komunikasi pemasaran
3). Memanfaatkan riset pasar untuk lebih memahami ekspetasi pelanggan.
4). Bila memungkinkan memberikan garansi layanan tanpa syarat

b.  strategi saat dan paska pembelian, tipe ini terdiri atas empat strategi
1) aftermarketing, menekankan pentingnya konsep customer lifetime value yang menggambarkan bahwa semakin lama perusahaan mampu mempertahankan seorang pelanggan, semakin profitable pelanggan bersangkutan bagi perusahaan.
2)      strategi retensi pelanggan, membagai pelanggan ke dalam kelompok kelompok yang memiliki prilaku belanja yang sama,menggunakan harga dan merek standar, berfokus pada penciptaan manfaat ekonomi dan nonekonomi,
3)      strategi pemulihan layanan, secara garis besar aktifitas yng di perlukan dalam rangka pemulihan layanan yaitu respons, informasi, tindakan dan konpensasi
4) strategi berkesinambunagan, strategi dalam tipe ini melitputi relationship marketing and management, superior customer service, dan tecnologi infusion strategi.


2.2 LANDASAN NORMATIF
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perkawasan yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata, serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut(UU No. 9 Tahun 1990: 1).
Ruang lingkup yang dapat dikatakan sebagai kegiatan wisata jika dilihat dari undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwistaan terdapat dalam beberapa pasal, diantaranya;
Ø  Pasal 14 ayat (1) yang menyatakan usaha pariwisata meliputi,antara lain:
a.Daya tarik wisata;
b.Kawasan pariwisata;
c. Jasa transportasi wisata;
d.Jasa perjalanan wisata;
e.Jasa makanan dan minuman;
f.Penyediaan akomodasi;
g.Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;
h.Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan intensif, konfrensi, dan pameran;
i.Jasa informasi pariwisata;
j.Jasa konsultan pariwisata;
k.Jasa pramuwisata;
l.Wisata tirta; dan
m.Spa.
Pra-sarana pariwisata dilihat dari UU No. 10 Th. 2009 terdapat dalam BAB IV Pembangunan Kepariwisataan.
Sarana dapat dibedakan dalam 2 kategori, yaitu;
Ø  Sarana Utama adalah Sarana yang merupakan komponen yang benar-benar diperlukan oleh wisatawan, mliputi; akomodasi, angkutan wisata, jasa biro perjalanan, rekreasi & hiburan, dll. Jika melihat dari penjelasan tersebut sarana utama tertuang dalam pasal 14 ayat (1).
Ø  Sarana Penunjang adalah komponen yang dapat menunjang kebutuhan wisatawan, sehingga dengan tersedianya sarana penunjang ini akan lebih membantu dalam memperlancar perjalanan, meliputi; telepon umum, kantor pos, bank, money changer, pelayanan kesehatan dan tempat keamanan. Sarana penunjang tersebut dapat dilihat dalam Pasal 20, 21 dan Pasal 23 ayat (1) huruf a.
Undang-Undang Pelayanan Publik (secara resmi bernama Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik) adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. perlayanan publik yang dilakukan oleh pemerintahan atau koporasi yang efektif dapat memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia, mempromosikan kemakmuran ekonomi, kohesi sosial, mengurangi kemiskinan, meningkatkan perlindungan lingkungan, bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam, memperdalam kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik.Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan penduduk tentang peningkatan pelayanan publik, sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, diperlukan norma hukum yang memberi pengaturan secara jelas, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik

2.3 Penelitian Terdahulu
Skripsi yang di susun oleh Ibnu Altaufikseirang mahasiswa program studi pendidikan teknik fak. Teknik Universitas Negri Yogyakarta tahun 2016 dengan judul "Kepuasan pengunjung terhadap pasilitas dan kualitas pelayanan rumah makan di pantai Drini kabupaten Gunung kidul".
Perbedaan skripsi ini adalah terletak dari salah saativariable dan objek penelitian, dimanavariable ke dua yaitu terkait kualitas pelayanan rumah makan di pantai drini kab. Gunung kidul dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang menyimpulkan, berdasarkan hasil akhir penelitian yg telah dilakukan, dapat di ambil kesimpulan pengunjung tidak puas dengan fasilitas dan kualitas pelayanan rumah makan yang ada. Hal ini ditunjukandg tingkat harapan yg lebih besar dari tingkat kenyataan (Y>x).
2.4  Kerangka Pemikiran
            Berdasarkan sumber informasi yang diperoleh berkaitan dengan tujuan objek penelitian, yaitu objek wisata sejarah candi jiwa yang berada di Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Ada beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan tujuan penelitian, terkait peran sarana dan prasarana yang menunjang objek wisata tersebut. Dimulai dari sarana infrastruktur jalan yang saat ini dikatakan baik mengingat peran serta pemerintah yang dituangkan dalam program-program pembangunan infrastruktur. Masih seputar sarana penunjang objek wisata tersebut di sektor transportasi, ternyata menurut informasi yang dihimpun, untuk menuju objek wisata tersebut cukup mudah karena trayek angkutan umum pun banyak yang menuju ke objek wisata tersebut.
Kaitan dengan prasarana yang tersedia seperti gedung penginapan, area parkir, gedung serbaguna, dan lain-lain yang menopang kenyamanan para wisatawan untuk datang ke objek wisata Candi Jiwa telah tersedia. Dan semua hal yang tersedia menarik minat penulis untuk melakukan sebuah bentuk riset yang di beri judul Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Kepuasan Pengunjung di Kawasan Cagar Budaya Candi Jiwa Karawang. Adapun metode penelitian sebagai alat riset yang akan diterapkan adalah metode kuantitatif. Dengan bentuk harapan yang menjadi tujuan riset yang dilakukan adalah mengukur apakah sarana dan prasarana yang saat ini tersedia telah memberikan kepuasan atau tidak pengunjung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROPOSAL ENTREPRENEURSHIP

BAB I PENDAHULUAN 1.             LATAR BELAKANG String art/senni benang belum terlalu populer di Indonesia. Dan banyak orang yang tidak tahu akan seni tersebut.   Proses pembuatan string art tidak terlalu rumit dan juga minim biaya. Tinggal menggunakan paku, benang dan papan kayu. Caranya mudah saja, tancapkan paku ke papan kayu, susun paku sesuai pola yang diinginkan, kemudian kaitkan benang di paku-paku tersebut. Daya tariknya adalah dari segi visualisasi dan perpaduan warnanya. string art awalnya berasal dari aktivitas ‘curve stitch’ yang ditemukan oleh Mary Everest Boole, seorang ahli Matematika dari Inggris pada akhir abad ke-19. Dia membuat string art untuk menjelaskan tentang konsep Matematika supaya lebih dimengerti sama anak-anak. Nah, di sekitar tahun 1960-an karya ini pun mulai populer sebagai sebuah kerajinan seni dalam bentuk layang-layang dan buku, khususnya di negara-negara Eropa, hingga sekarang s...